Jika Menang Pilkada 2020, Ini Tantangan untuk Gibran dan Bobby

Ahmad Naufal Dzulfaroh
Kompas.com - Senin, 14 Desember 2020 | 17:03 WIB
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan KeluargaANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHACalon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka menggelar jumpa pers terkait hasil hitung cepat internal partai di kantor DPC PDI Perjuangan, Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). Berdasarkan hasil hitung cepat internal partai hingga Rabu (9/12/2020) sore, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memperoleh suara sekitar 85 persen, atau unggul atas pasangan Bagyo Wahyono-FX. Suparjo dengan suara sekitar 14 persen pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo Pilkada 2020. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

KOMPAS.com - Perolehan suara anak dan menantu Presiden Joko Widodo yang maju dalam Pilkada 2020, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, hingga Senin (14/12/2020), masih unggul dibandingkan pesaingnya.

Gibran, yang berpasangan dengan Teguh Prakoso, maju dalam Pemilihan Wali Kota Surakarta.

Sementara, Bobby Nasution bersama pasangannya, Aulia Rachman, bertarung dalam Pemilihan Wali Kota Medan.

Sejak hari pemungutan suara, hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan Gibran-Teguh unggul dari lawannya, Bagyo Wahono-Suparjo Fransiskus.

Demikian pula Bobby-Aulia yang mengungguli pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum, Senin siang, Gibran-Teguh sementara ini unggul dengan 86,4 persen, data masuk sekitar 91 persen. Data lengkapnya bisa diakses di sini.

Adapun, Bobby Nasution-Aulia Rachman, sementara ini mendapatkan sekitar 56 persen suara, dan pesaingnya, Akhyar-Salman mendapatkan sekitar 46 persen, dengan data masuk 97 persen. Data selengkapnya bisa dilihat di sini.

Data sementara perolehan suara Pilkada Kota Surakarta dan Pilkada Kota Medan, Senin (14/12/2020) siang.kpu.go.id Data sementara perolehan suara Pilkada Kota Surakarta dan Pilkada Kota Medan, Senin (14/12/2020) siang.

Meski data belum 100 persen, melihat pergerakan suara, baik prediksi hitung cepat maupun real count KPU, baik Gibran maupun Bobby berpeluang besar menang dalam kontestasi pilkada tahun ini.

Baca juga: PDI-P: Gibran Pilihan Rakyat, Suara Tak Mungkin Tinggi jika Jelek

Apa tantangan bagi keduanya?

Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Diponegoro (Undip) Wijayanto mengatakan, kemenangan keduanya tidak begitu mengejutkan.

Untuk Gibran, semua partai telah merapat ke koalisi, kecuali PKS. Lawannya pun dinilai Wijayanto tak dikenal dan muncul secara tiba-tiba.

"Karena di sana memang kalau kita ikuti sejak awal prosesnya, penantang Gibran tiba-tiba muncul dan tak punya basis massa. Kita tidak tahu siapa dia, jadi memang ada rumor ini untuk pantes-pantesan, daripada calon tunggal," kata Wijayanto kepada Kompas.com, Kamis (10/12/2020).

Sementara itu, kemenangan Bobby di Medan, menurut dia, salah satunya diuntungkan dari statusnya sebagai menantu Jokowi. 

"Jadi Gibran dan Bobby sama-sama diuntungkan. Ini sejarah, ada Presiden Indonesia yang memiliki anak dan menantu wali kota,"  kata Wijayanto.

Baca juga: PDI-P: Kemenangan Bobby di Medan Tunjukkan Harapan pada Pemimpin Muda

Pembuktian kinerja

Calon wali kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution (tengah) berdialog bersama pedagang saat melakukan blusukan ke Pasar Pringgan, Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2020). Blusukan Bobby Nasution ke pasar tersebut untuk mendengar keluhan dan aspirasi pedagang sekaligus mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi para pedagang.ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI Calon wali kota Medan nomor urut dua Bobby Nasution (tengah) berdialog bersama pedagang saat melakukan blusukan ke Pasar Pringgan, Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2020). Blusukan Bobby Nasution ke pasar tersebut untuk mendengar keluhan dan aspirasi pedagang sekaligus mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi para pedagang.
Secara teori, jika menggunakan teori kepemimpinan Max Weber, ia menilai, tampilnya Bobby dan Gibran termasuk kategori tradisional, yaitu kepemimpinan yang diwariskan karena hubungan darah.

Sebab, keduanya belum memiliki pengalaman dan kapabilitas yang dibuktikan dengan kinerja pada posisi sama atau sejenisnya.

"Sementara keduanya belum pernah menjabat itu. Gibran malah tiba-tiba saja masuk, jadi birokrat juga tidak pernah," kata Wijayanto.

"Dari sisi kapabilitas juga kita tidak bisa menguji. Pengalaman pengusaha tidak bisa digunakan, sebab logika bisnis itu berbeda dari logika politik," lanjut dia.

Jika melihat perjalanan politik Jokowi, Wijayanto mengatakan, tak bisa disamakan dengan apa yang dilalui Gibran dan Bobby.

Menurut dia, Jokowi dulu melalui proses politik secara natural. Artinya, tak ada pihak tertentu atau lobi-lobi politik yang menyeretnya jadi pemimpin.

Oleh karena itu, tantangan terbesar Gibran dan Bobby adalah menjawab keraguan-keraguan itu dengan kinerja yang baik.

Meski demikian, Wijayanto melihat sisi positif pada kemenangan anak dan menantu Jokowi ini.

"Gibran dan Bobby masuk ke politik ini semoga menjadi aura positif bagi kalangan anak muda untuk tidak alergi politik, karena anak muda ini kan pasti punya visi-visi baru," ujar dia.

"Kedua, mereka belum memiliki track record negatif yang kaitannya dengan korupsi, seperti orang partai," kata Wijayanto.

Baca juga: Kemendagri Pantau Pilkada Medan karena Ada Paslon Menantu Presiden

PenulisAhmad Naufal Dzulfaroh
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Terkini Lainnya
Cabup Petahana Yalimo Dituding Suap Hakim MK Rp 3 Miliar pada Pilkada 2020
Cabup Petahana Yalimo Dituding Suap Hakim MK Rp 3 Miliar pada Pilkada 2020
Nasional
Exit Poll Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Khofifah-Emil Unggul di Seluruh Wilayah
Exit Poll Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Khofifah-Emil Unggul di Seluruh Wilayah
Surabaya
Eks Ketua Bawaslu OKU Timur Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Hibah Pilkada
Eks Ketua Bawaslu OKU Timur Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Hibah Pilkada
Regional
Bisakah Alfedri Mencalonkan Lagi Jadi Bupati Siak? Begini Penjelasannya
Bisakah Alfedri Mencalonkan Lagi Jadi Bupati Siak? Begini Penjelasannya
Regional
Bupati Bandung Dukung Upaya Uji Materi UU Pilkada ke MK
Bupati Bandung Dukung Upaya Uji Materi UU Pilkada ke MK
Regional
Majelis Hakim Minta Kejari Fakfak Segera Periksa Eks Bendahara APBD KPU Fakfak
Majelis Hakim Minta Kejari Fakfak Segera Periksa Eks Bendahara APBD KPU Fakfak
Regional
Sanksi Pengurangan Dukungan bagi Bakal Caleg DPD yang Bikin Dukungan Palsu atau Ganda
Sanksi Pengurangan Dukungan bagi Bakal Caleg DPD yang Bikin Dukungan Palsu atau Ganda
Nasional
MIPI: Pilkada 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Tak Ada Alasan Tunda Pemilu 2024
MIPI: Pilkada 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Tak Ada Alasan Tunda Pemilu 2024
Nasional
KPU: Tidak Ada Perkara Salah Hitung Suara dalam Permohonan Sengketa Pilkada 2020 di MK
KPU: Tidak Ada Perkara Salah Hitung Suara dalam Permohonan Sengketa Pilkada 2020 di MK
Nasional
Mendagri Tito: Pilkada 2020 Fenomenal
Mendagri Tito: Pilkada 2020 Fenomenal
Nasional
Denny Indrayana dan Difriadi Ajukan Sengketa Hasil PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Denny Indrayana dan Difriadi Ajukan Sengketa Hasil PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Nasional
KPU Gunungkidul Kembalikan Rp 4,29 Miliar Sisa Anggaran Pilkada 2020
KPU Gunungkidul Kembalikan Rp 4,29 Miliar Sisa Anggaran Pilkada 2020
Regional
PSU di Nabire, KPU Lakukan Pemuktahiran Data Pemilih Pekan Ini
PSU di Nabire, KPU Lakukan Pemuktahiran Data Pemilih Pekan Ini
Nasional
Wapres Apresiasi Pelaksanaan Pilkada 2020 yang Lancar Saat Pandemi Covid-19
Wapres Apresiasi Pelaksanaan Pilkada 2020 yang Lancar Saat Pandemi Covid-19
Nasional
Senin Ini, Pemerintah Lantik 40 Pasang Calon Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2020
Senin Ini, Pemerintah Lantik 40 Pasang Calon Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2020
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+