2 Paslon Pilkada Wonogiri Belum Gelar Kampanye Virtual, Ini Alasannya

Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:04 WIB
Cegah Kekerasan, Mendikbud Soroti Pentingnya Kerja Sama Sekolah dan KeluargaKOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIPaslon nomer urut satu, Harjo dan paslon nomer urut dua, Josss berfoto bersama setelah mengambil undian nomer urut di KPU Wonogiri

WONOGIRI, KOMPAS.com - Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Wonogiri belum menggelar kampanye secara virtual.

Kedua paslon tersebut yakni Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss) dan Hartanto-Joko Purnomo (Harjo).

Calon bupati paslon Josss, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek mengatakan, pelaksanaan kampanye secara daring sulit dilakukan karena adanya batasan orang yang diundang.

“Kami tidak mau berspekulasi apalagi pemahaman SDM itu beragam. Nanti kami mengundang 50, yang lain tidak diundang dipikir diskriminasi nanti kami malah yang repot,” ujar Jekek saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/11/2020).

Baca juga: Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata Nyawiji untuk Slogan Mereka

Selain belum menggelar kampanye secara virtual, kata dia, paslon Josss juga belum menggelar kampanye tatap muka.

Hal itu dilakukan untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19.

Menurut dia, tim pemenangan masih menyesuaikan dengan kondisi perkembangan sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Sampai hari ini ketua tim pemenangan belum menentukan jadwal kampanye. Karena kami mencermati akan sangat sulit untuk bagaimana mematuhi regulasi tersebut. Ada batasan-batasan yang menjadi prasyarat agar kampanye itu bisa diselenggarakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Jekek.

Baca juga: Gegara Kata Nyawiji, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Kendati belum menggelar kampanye tatap muka dan virtual, Jekek mengaku, mesin partai pendukung, partai pengusung dan tim pemenangan sudah berjalan dengan mengedukasi politik warga sejak awal.

Edukasi itu terkait capaian kinerja selama dia memimpin yang divisualisasikan melalui media sosial dan ruang publik.

Sementara itu, calon wakil bupati dari Paslon Harjo, Joko Purnomo mengatakan, persoalan sinyal telekomunikasi menjadi kendala saat menggelar kampanye virtual.

“Kami juga masih menghitung efektivitas model kampanye seperti itu,” jelas Joko.

Menurut Joko, respons masyarakat untuk mengikuti kampanye virtual juga sangat kurang.

Pasalnya, orang yang mengikuti harus memiliki paket data dan sinyal yang bagus.

Sementara kampanye tatap muka sudah berulang kali dilakukan tim dengan maksimalkan peserta sebanyak 50 orang sesuai peraturan KPU.

Hanya saja, kampanye dilakukan model silaturahmi yang diikuti tiga hingga empat orang.

PenulisKontributor Solo, Muhlis Al Alawi
EditorDony Aprian
Terkini Lainnya
Cabup Petahana Yalimo Dituding Suap Hakim MK Rp 3 Miliar pada Pilkada 2020
Cabup Petahana Yalimo Dituding Suap Hakim MK Rp 3 Miliar pada Pilkada 2020
Nasional
Exit Poll Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Khofifah-Emil Unggul di Seluruh Wilayah
Exit Poll Litbang Kompas Pilkada Jatim 2024: Khofifah-Emil Unggul di Seluruh Wilayah
Surabaya
Eks Ketua Bawaslu OKU Timur Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Hibah Pilkada
Eks Ketua Bawaslu OKU Timur Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Hibah Pilkada
Regional
Bisakah Alfedri Mencalonkan Lagi Jadi Bupati Siak? Begini Penjelasannya
Bisakah Alfedri Mencalonkan Lagi Jadi Bupati Siak? Begini Penjelasannya
Regional
Bupati Bandung Dukung Upaya Uji Materi UU Pilkada ke MK
Bupati Bandung Dukung Upaya Uji Materi UU Pilkada ke MK
Regional
Majelis Hakim Minta Kejari Fakfak Segera Periksa Eks Bendahara APBD KPU Fakfak
Majelis Hakim Minta Kejari Fakfak Segera Periksa Eks Bendahara APBD KPU Fakfak
Regional
Sanksi Pengurangan Dukungan bagi Bakal Caleg DPD yang Bikin Dukungan Palsu atau Ganda
Sanksi Pengurangan Dukungan bagi Bakal Caleg DPD yang Bikin Dukungan Palsu atau Ganda
Nasional
MIPI: Pilkada 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Tak Ada Alasan Tunda Pemilu 2024
MIPI: Pilkada 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Tak Ada Alasan Tunda Pemilu 2024
Nasional
KPU: Tidak Ada Perkara Salah Hitung Suara dalam Permohonan Sengketa Pilkada 2020 di MK
KPU: Tidak Ada Perkara Salah Hitung Suara dalam Permohonan Sengketa Pilkada 2020 di MK
Nasional
Mendagri Tito: Pilkada 2020 Fenomenal
Mendagri Tito: Pilkada 2020 Fenomenal
Nasional
Denny Indrayana dan Difriadi Ajukan Sengketa Hasil PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Denny Indrayana dan Difriadi Ajukan Sengketa Hasil PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Nasional
KPU Gunungkidul Kembalikan Rp 4,29 Miliar Sisa Anggaran Pilkada 2020
KPU Gunungkidul Kembalikan Rp 4,29 Miliar Sisa Anggaran Pilkada 2020
Regional
PSU di Nabire, KPU Lakukan Pemuktahiran Data Pemilih Pekan Ini
PSU di Nabire, KPU Lakukan Pemuktahiran Data Pemilih Pekan Ini
Nasional
Wapres Apresiasi Pelaksanaan Pilkada 2020 yang Lancar Saat Pandemi Covid-19
Wapres Apresiasi Pelaksanaan Pilkada 2020 yang Lancar Saat Pandemi Covid-19
Nasional
Senin Ini, Pemerintah Lantik 40 Pasang Calon Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2020
Senin Ini, Pemerintah Lantik 40 Pasang Calon Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2020
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+