Viral Video Laptop Dibajak Setelah Pakai Zoom, Ini Penjelasan Pakar

Kamis, 23 April 2020 | 13:41 WIB
KOMPAS/Putri Zakia Salsabila Logo aplikasi Zoom

KOMPAS.com - Sebuah video direkam oleh seorang wanita yang mengaku laptop/komputernya diretas, lewat akun e-mail Gmail yang dipakai untuk mendafatr layanan video conference Zoom.

Perekam mengaku peretas (hacker) bisa membajak komputer laptopnya, dengan menggerakkan kursor mouse. Tak hanya itu, ia juga mengaku peretas bisa mengakses aplikasi di ponselnya dari jarak jauh, termasuk mobile banking.

Praktisi keamanan siber, Alfons Tanujaya dari Vaksin.com memastikan bahwa video tersebut diragukan kebenarannya, dan menduga kemungkinan korban hanya mengalami ulah usil (prank) saja.

"(Video itu) tidak benar. Saya duga ini korban prank atau salah diagnosa," ujar Alfons ketika dihubungi KompasTekno lewat pesan instan, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: WhatsApp Bisa Video Call 8 Orang Sekaligus, Begini Caranya

Alfons sendiri membenarkan bahwa Zoom memang memiliki fitur kendali jarak jauh (remote control) yang terdapat dalam fitur "Screen Sharing". Meski demikian, kegunaan fitur tersebut masih sangat terbatas. 

"Zoom memiliki fasilitas remote control, tapi sangat terbatas. Untuk mengaktifkannya harus ada persetujuan user, dan fitur itu hanya bisa aktif saat screen sharing," jelas Alfons.

Fitur remote control di Zoom hanya bisa dipakai untuk mengendalikan aplikasi, atau layar pengguna yang sedang dibagikan saja, tidak bisa untuk membuka atau mengakses aplikasi lain di luar apa yang sedang ditampilkan di screen sharing.

Soal kursor mouse yang bisa bergerak sendiri yang disebut dalam video, menurut Alfons itu adalah software pengendali komputer jarak jauh secara penuh, semacam TeamViewer atau AnyDesk, bukan fitur Screen Share di Zoom.

Baca juga: Panduan Aman untuk Peserta dan Admin Meeting Online via Zoom

Terlebih, apabila akun Zoom benar telah diretas, tidak bisa dipakai untuk mengontrol perangkat komputer dari jarak jauh.

"Kalau asumsinya akun Zoom diretas, paling (hanya) layanan Zoom saja yang bisa dipakai di komputer lain, tidak ada hubungannya dengan komputer yang diambil alih secara remote," tutur Alfons. 

Tips aman memakai Zoom

Sekadar informasi, aplikasi Zoom sendiri memang tengah menjadi sorotan, fitur keamanan aplikasi yang sedang naik daun akibat lockdwon ini dianggap kurang kuat, karena tidak menggunakan enkripsi end-to-end.

Kasus yang sering terjadi adalah metode "Zoombombing", dimana pengguna yang tidak diundang bisa masuk secara tiba-tiba ke grup video, dan berbuat sesuka hati.

Meski demikian, Alfons mengatakan bahwa Zoom kian waspada dan terus menutupi celah keamanan yang ramai diperbincangkan tadi. 

Baca juga: Zoom Disebut Tidak Aman, Begini Cara Hapus Permanen Akunnya

Bagi Anda yang masih ingin memakai Zoom, ada baiknya untuk menggunakan aplikasi Zoom dengan versi yang paling anyar. Sementara pengguna lama diminta untuk melakukan update.

Sementara untuk menangkal orang yang tidak diundang masuk, pemilik ruangan (host) bisa menonaktifkan fitur Screen Sharing dan mengaktifkan fitur pengamanan seperti Waiting Room.

Sang host juga bisa memblokir jendela chat, jika dirasa kurang perlu, serta menonaktifkan video dan mikrofon ketika pertama kali seorang pengguna Zoom bergabung ke dalam ruang percakapan.

Baca juga: Sekolah di Singapura Dilarang Pakai Zoom Setelah Ada Insiden Serius

Penulis : Bill Clinten

Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden