Mengenal Teknologi e-SIM pada iPhone XS dan XS Max

Jumat, 14 September 2018 | 09:38 WIB
Istimewa Fitur eSIM di iPhone XS dan XS Max

KOMPAS.com - Apple resmi memerkenalkan tiga iPhone terbarunya. Dua di antaranya yakni iPhone XS dan iPhone XS Max dibekali fitur dual-SIM.

Ini pertamakalinya Apple menyematkan fitur dual-SIM pada iPhone mereka. Uniknya, Apple menggunakan teknologi e-SIM untuk salah satu kartu SIM pada fitur ini. Apa sebenarnya e-SIM itu?

Sebagaimana kita ketahui, Subscriber Identification Module atau yang akrab kita sebut dengan istilah "kartu SIM", memiliki beberapa jenis berdasarkan ukuran yakni Nano, Micro, dan ukuran standar.

Yang paling banyak digunakan saat ini adalah Nano SIM karena ukurannya yang lebih kecil sehingga tidak memakan banyak tempat pada sebuah ponsel.

Sepintas e-SIM ini serupa dengan sistem inject kartu SIM yang sempat marak beberapa tahun lalu. Perbedaannya, sistem inject kartu SIM dilakukan secara permanen untuk satu operator seluler sedangkan pengguna e-SIM masih bisa berganti-ganti nomor dari satu operator ke operator launnya.

Sesuai namanya, e-SIM alias electronic SIM tak memiliki wujud fisik seperti kartu pada umumnya. E-SIM berupa modul yang terintegrasi dan melekat di dalam ponsel dan tak bisa dilepas-pasang sembarangan.

Baca juga: iPhone XS dan iPhone XS Max Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya

Pertama Digunakan

E-SIM pertama kali digunakan pada perangkat Samsung Gear S2 3G yang dirilis 2016 silam. Meski begitu teknologi e-SIM ini baru mendapat panggung sorotan saat digunakan pada Apple Watch 3.

Ukuran eSIM dibandingkan dengan kartu SIM sebelum-sebelumnya.Istimewa Ukuran eSIM dibandingkan dengan kartu SIM sebelum-sebelumnya.
Ukuran modul e-SIM pada ponsel sangatlah kecil, bahkan lebih kecil dari ukuran Nano-SIM yang banyak ditemui pada ponsel kelas atas saat ini. Inilah mengapa e-SIM kerap digunakan pada perangkat wearable seperti jam tangan pintar yang dirilis Apple maupun Samsung.

Baca juga: China Mulai Adopsi ?eSIM?, Ponsel Tak Perlu Kartu SIM Fisik

Selain itu dengan ukuran yang lebih kecil, e-SIM dapat memungkinkan produsen smartphone untuk membuat bentuk ponsel tetap ringkas dan tipis. Dengan diletakkan bersama komponen internal lainnya, e-SIM bisa lebih tahan terhadap air dan debu karena tak menggunakan slot SIM fisik.

Bikin Pusing Operator Seluler

E-SIM memang menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun belakangan bagi industri operator seluler.

Pasalnya, meski eSIM dibuat tertanam dalam perangkat dan sulit untuk dilepas, pengguna malah dibuat lebih mudah jika ingin beralih dari satu operator ke operator lainnya.

Pengguna dapat menggunakan software tertentu untuk berganti-ganti operator. Jadi cukup dengan mendaftarkan eSIM untuk penawaran paket dari berbagai operator, dengan mudah pengguna bisa bergonta-ganti layanan.

Ini tentu saja menjadi salah satu keunggulan e-SIM apalagi jika Anda sering bepergian ke luar negeri. Dengan menggunakan e-SIM Anda tak perlu lagi repot mencari gerai penjual kartu SIM fisik. Hanya lewat software tertentu Anda bisa langsung berganti operator sesuai dengan yang ada di negara tersebut.

Masa depan E-SIM

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Trusted Review, Jumat (14/9/2018), e-SIM dipercaya akan menjadi standar baru kartu SIM di masa depan. Meski prosesnya dan waktunya masih panjang, keberadaan iPhone XS dan XS Max yang menggunakan fitur ini akan mendongkrak jumlah penggunaan e-SIM.

Operator seluler pun diminta untuk bersiap dengan perubahan ini. Global System for Mobile Communications Association (GSMA) sendiri sebagai asosiasi yang mewadahi kepentingan operator telekomunikasi di seluruh dunia sudah memiliki standar resmi untuk pengoperasian e-SIM ini.

Artinya, suatu saat, tidak menutup kemungkinan semua ponsel yang ada di dunia akan menggunkan e-SIM sebagai standar utama dan ini akan menjadi awal kepunahan untuk kartu SIM fisik.

Penulis : Yudha Pratomo

Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden