Pentingnya Menentukan 'Brand Personality' dalam Bisnis

Minggu, 21 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Freepik.com/Zaozaa09 Ilustrasi brand atau merek

KOMPAS.com - Bercita-cita memiliki bisnis yang besar, kamu tentu harus membangun brand bisnismu terlebih dahulu. Ini berlaku untuk semua jenis bisnis, bahkan meski kamu baru akan memulai bisnis skala kecil sekalipun.

Untuk bisa dikenal secara luas dan lebih dekat dengan konsumen, kamu harus memiliki brand personality yang tepat dan juga kuat sejak awal. Kondisi ini akan membuat bisnis kamu lebih mudah kenal dan mudah diingat, sehingga peluang mendapatkan kesuksesan akan semakin besar.

Brand personality adalah karakteristik bagi sebuah brand dan dapat meningkatkan nilai jual dari brand itu sendiri. Konsumen akan merasa lebih mudah dekat dan lebih mengenal baik sebuah brand, jika sejak awal brand tersebut memang sudah menemukan target yang tepat.

Hal itu akan mempengaruhi nilai-nilai di dalam sebuah bisnis. Ada banyak alasan mengapa penting untuk memiliki brand personality, beberapa di antaranya seperti berikut ini, seperti dilansir dari Cermati.com:

1. Jadi pembeda dari pesaing bisnis

Jika kamu ingin sukses, maka kamu wajib mengatasi pesaing dan memenangkan pasar. Hal ini akan jauh lebih mudah, jika kamu sudah memiliki brand personality di dalam bisnis tersebut.

Saat brand personality sudah melekat di dalam bisnismu, maka kamu sudah berbeda dengan pesaing lainnya. Konsumen akan jauh menjadi lebih mudah untuk mengenali dan mengingat bisnis tersebut, bahkan lebih mudah untuk percaya.

Bisnismu akan menjadi perhatian di antara bisnis sejenis lainnya, di mana brand personality membuat bisnis tersebut memiliki nilai-nilai yang lebih unggul.

Brand personality juga akan memberikan nilai lebih yang bersifat kualitatif pada bisnis dan bisa memberikan keunggulan tersendiri, jika dibandingkan dengan produk dari pesaing.

2. Perkuat brand story

Brand story menjadi salah satu alasan terkuat konsumen untuk tertarik pada sebuah produk. Pada umumnya, konsumen akan lebih mudah tertarik pada brand story yang mereka anggap sesuai dengan pandangan serta nilai-nilai tertentu yang penting untuk mereka.

Ini bahkan bisa menjadi pendorong konsumen melakukan pembelian sebuah produk. Jika kamu bisa membangun brand personality, maka brand story ini juga akan ikut terbentuk di saat bersamaan.

Kamu bisa menjelaskan dengan jelas produk yang kamu tawarkan kepada konsumen dengan berbagai cara unik agar menarik perhatian publik.

Baca juga selengkapnya: 7 Tips Buat Brand yang Tepat Agar Bisnis Mudah Dikenal dan Sukses

3. Relasi bisnis

Membangun relasi bisnis ini juga penting dalam memperkuat brand personality. Ini juga mempengaruhi seberapa dikenalkan sebuah brand dapat mempengaruhi industri bisnis.

Brand bisa memulai dari bawah untuk bisa memperkenalkan diri melalui relasi bisnis agar bisa membantu brand personality. Berbagai cara dapat dilakukan seperti promosi produk, iklan, program acara, kolaborasi produk atau acara, dan masih banyak lagi.

Melalui cara–cara tersebut tak hanya meningkaykan brand personality tapi juga memperluas relasi bisnis sebuah brand.

4. Komunikasi dengan konsumen

Komunikasi dengan konsumen menjadi cara konvensional yang dapat dibangun untuk memperkuat brand personality sebuah brand.

Tak hanya melalui perkenalan ‘mulut ke mulut’ tapi juga bisa memanfaatkan industri digital yang sudah berkembang dengan menggunakan media sosial atau pemasangan iklan di berbagai media.

Brand personality menjadi salah satu poin penting yang akan membawa bisnis menjadi sukses. Jika saat ini kamu sedang membangun bisnis, maka pastikan kamu memahami dengan baik bagaimana cara membangun brand personality ini.

Berikan nilai lebih pada brandmu melalui brand personality yang tepat, agar kamu bisa mendapatkan kesuksesan maksimal di dalam bisnis tersebut.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Penulis :

Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden