Tulis Status tentang Bom, Seorang Pelajar SMP Diamankan Polisi

Senin, 21 Mei 2018 | 19:27 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamankan seorang pelajar SMP karena menulis status mengancam akan membom markas Komando Resort Militer (Korem) Kupang dan Polda NTT. 

Wakil Kepala Polres Kupang Kota Kompol Jacky Umbu Kaledi mengatakan, pelajar SMP yang dibekuk tersebut berinisial DS. Dia ditangkap karena menggunakan akun Facebook milik temannya dan menulis status berisi ancaman bom di grup Viktor Lerik Bebas Bicara.

"Pelaku menulis di Facebook bunyinya 'Besok akan terjadi bom di Korem Kupang NTT dan Polda'. Tulisan itu dimuat di grup Viktor Lerik Bebas Bicara pada 19 Mei 2018," ungkap Jacky kepada sejumlah wartawan, Senin (21/5/2018).

Unggahan itu lanjut Jacky, menjadi viral dan ditanggapi berbagai komentar. Salah satu komentar menyebutkan klarifikasi bahwa akun pembuat postingan tersebut telah diretas.

Baca juga: Tulis Status Menistakan Agama di Facebook, Mahasiswa Jadi Tersangka

Menurut Jacky, pelaku DS membuat status ancaman bom tersebut menggunakan akun milik temannya yakni berinisial AYD.

Mengaku Iseng

"Pelaku mengaku membuat status tersebut hanya iseng, tetapi tetap kami akan proses terus," ucapnya.

Kejadian itu bermula ketika AYD meminjam telepon genggam milik rekannya berinisial MH.
MH kemudian meminta AYD mengembalikan telepon genggam yang dipinjam, lalu keduanya pulang bersama ke rumah mereka.

Dalam perjalanan pulang kata Jacky, DS melihat bahwa akun Facebook milik AYD masih aktif atau masih login, sehingga timbul niat iseng DS untuk menaikkan status teror bom menggunakan akun AYD.

Status yang dimuat di media sosial itu sebut Jacky, mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga pihaknya melakukan penangkapan terhadap DS di Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca juga: Jadi Tersangka Setelah Buat Status Bom Surabaya Skenario, Dosen USU Ini Menyesal

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku saat ini ditahan di Mapolres Kupang Kota. Pelaku dijerat Undang-undang ITE, dengan ancaman 7 tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar," tutupnya.

Kompas TV Sejumlah orang ditangkap karena diduga menyebar berita bohong dan ujaran kebencian terkait aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.



Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden