Kenapa di Dalam Pesawat Begitu Dingin?

Selasa, 5 Desember 2017 | 20:04 WIB
atosan Bangku di kabin pesawat

KOMPAS.com - Apakah kamu selalu merasa kedinginan saat naik pesawat? Suhu di dalam pesawat sengaja dibuat dingin yaitu di kisaran 22 hingga 24 derajat Celsius.

Namun titik ekstrem suhu terendah bisa mencapai 18 derajat dan tertinggi pada 27 derajat Celsius. Sebenarnya, kisaran suhu ini sama dengan lingkungan kantor pada umumnya.  

Baca juga: Bolehkah Menelepon di Pesawat?

Kisaran suhu ini terkesan biasa saja, sebab sama saja dengan suhu di lingkungan kantor maupun di rumah atau kamar berpendingin ruangan.

Namun perlu diingat, penumpang pesawat jarang bergerak selama penerbangan sehingga tubuh hanya sedikit menghasilkan panas. Hal ini pun membuat tubuh jadi terasa dingin.

Jaga kenyamanan

Mengapa suhu di dalam pesawat harus dingin? Seperti dikutip dari Telegraph.co.uk, hal ini untuk menjaga kenyamanan di dalam kabin pesawat.

Dalam sebuah laporan dari Airbus yang ditugaskan oleh House of Lords (Majelis Tinggi Inggris Raya), dijelaskan bahwa pada kabin pesawat yang kursinya penuh terisi, panas tubuh yang dihasilkan penumpang begitu banyak.

Baca juga : Tips Memilih Makanan di Pesawat

Udara masuk yang dibutuhkan harus berada pada suhu persis atau di bawah kebutuhan suhu kabin. Suhu tiap kursi memang tidak bisa diatur berbeda-beda tetapi awak kabin pesawat bisa mengatur suhu kabin berdasarkan zona.

Sementara itu Boeing, saingan Airbus, menuturkan kepada komite House of Lords bahwa awak kabin biasanya mengubah suhu sebagai respon dari keluhan para penumpang saat itu.

Baca juga: Begini Cara Aman Pilih Kursi Pesawat Selama Pandemi

Namun, penumpang yang biasanya hanya duduk saja dibanding awak kabin yang terus bergerak, menghasilkan persepsi suhu nyaman yang berbeda.

Laporan tersebut juga menyebutkan ada beberapa keluhan dari penumpang yang menuduh awak kabin sengaja menurunkan suhu agar penumpang tidur setelah makan.

ILUSTRASI - Penumpang pesawat memakai masker dan menggunakan hand sanitizer Shutterstock ILUSTRASI - Penumpang pesawat memakai masker dan menggunakan hand sanitizer

Terasa lebih dingin saat sudah di udara

Namun biasanya, suhu kabin saat pesawat sudah terbang di udara memang terasa lebih dingin dibandingkan sebelum lepas landas.

Hal ini dikarenakan unit pendingin udara di pesawat kerap kali dimatikan untuk menghemat bensin sebelum pesawat lepas landas. Panas tubuh penumpang dengan cepat membuat suhu kabin meningkat.

Baca juga: 13 Hal yang Perlu Diketahui Soal Turbulensi Pesawat

Bisa lebih mudah pingsan

Alasan lain mengapa suhu pesawat begitu dingin adalah berdasarkan studi yang dilakukan American Society for Testing and Materials, orang lebih mudah pingsan akibat suhu kabin yang hangat. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak menerima oksigen yang cukup.

Suhu standar maksimun di kabin adalah 32,2 derajat Celsius. Namun, suhu pada angka ini jarang sekali terjadi saat pesawat mengudara. Sebab itu artinya suhu di dalam kabin begitu hangat.

ASTM International melakukan sebuah studi adanya korelasi antara orang yang pingsan di udara dengan tekanan dan suhu di kabin. Hal ini seperti dikutip dari Reader's Digest.

Penelitian ini menyebutkan bahwa orang lebih mudah pingsan saat di udara akibat kondisi medis yang disebut hypoxia. Hal ini timbul ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Baca juga: Tips Memotret di Dalam Kabin Pesawat

Tekanan tinggi pada kabin dan suhu yang hangat di dalam kabin akan membuat tubuh dalam kondisi hypoxia. Karena suhu tubuh badan beragam, maskapai pun menjaga suhu dalam kabin serendah mungkin.

Oleh karena itu, beberapa maskapai penerbangan terutama jenis full service menyediakan selimut bahkan kaus kaki untuk penumpang.

Namun tak ada salahnya membekali diri dengan kaus kaki dan jaket sendiri. Jika kamu termasuk orang yang mudah dingin, dua benda ini akan membantu menghangatkan tubuhmu.

Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden