Terduga Teroris di Universitas Riau Pernah Diminta Bikin Bom oleh Penyerang Mapolda Riau

Senin, 4 Juni 2018 | 18:43 WIB
KOMPAS.com/Idon Tanjung Petugas mengamankan sejumlah barang bukti setelah menggeledah gelanggang mahasiswa FISIP Universitas Riau, Jumat (2/6/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - ZM alias Jack, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dan Polda Riau di Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018), pernah berhubungan dengan terduga teroris yang menyerang Markas Polda Riau pada Rabu (16/5/2018).

"Ada 'benang merahnya' dengan aksi penyerangan Polda Riau," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, Senin (4/6/2018).

Dia mengatakan, Jack merupakan anggota jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD), sama dengan Pak Ngah, terduga teroris yang ditembak mati bersama tiga pelaku lainnya saat menyerang Polda Riau.

"Tersangka Jack juga mengakui bahwa sebelum penyerangan Polda Riau, Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan untuk dibuatkan bom kepada Jack. Namun, Jack tidak bisa memenuhi permintaan Pak Ngah," kata Sunarto.

Baca juga: Sabtu Mengejutkan di Universitas Riau, 3 Terduga Teroris dan Bom yang Dirakit di Kampus

Hingga saat ini, lanjut dia, penyidik masih mendalami keterkaitan jaringan terduga teroris yang melibatkan keduanya, termasuk motif pelaku yang ingin meledakkan kantor DPRD Riau dan DPR RI.

Ketiga terduga teroris, ZM alias Jack, RB dan OS, saat ini masih dimintai keterangan oleh penyidik Polda Riau.

"Satu orang sudah tersangka, ZM alias Jack. Dua lagi diperiksa sebagai saksi dan masih ditahan di Pekanbaru," ujar Sunarto.

Dia mengatakan, penyidik masih memiliki waktu untuk memeriksa RB dan OS. Tidak menutup kemungkinan keduanya bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya, tidak menutup kemungkinan (tersangka). Kan masih didalami keterlibatan mereka," ungkap Sunarto.

Baca juga: Disita, Buku Paramiliter dan Video ISIS dari Terduga Teroris Universitas Riau

Tim Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri dan Polda Riau menangkap tiga terduga teroris di kawasan kampus Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018). Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti bom siap ledak di gelanggang mahasiswa.

Agenda Pemilu 2019

  • 20 September 2018

    Penetapan dan pengumuman pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21 September 2018

    Penetapan nomor urut pasangan calon presiden-wakil presiden

  • 21-23 September 2018

    Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD, DPR, dan DPRD provinsi

  • 24 September-5 Oktober 2018

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 8-12 Oktober 2018

    Pengajuan gugatan atas sengketa tata usaha negara

  • 23 September 2018-13 April 2019

    Kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga

  • 24 Maret 2019-13 April 2019

    Kampanye rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik

  • 28 Agustus 2018-17 April 2019

    Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)

  • 14-16 April 2019

    Masa Tenang

  • 17 April

    Pemungutan suara

  • 19 April-2 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil tingkat kecamatan

  • 22 April-7 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota

  • 23 April-9 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi

  • 25 April-22 Mei 2019

    Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional

  • 23-25 Mei 2019

    Pengajuan permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi

  • 26 Mei-8 Juni 2019

    Penyelesaian sengketa dan putusan

  • 9-15 Juni 2019

    Pelaksanaan putusan MK oleh KPU

  • Juli-September 2019

    Peresmian keanggotan DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD

  • Agustus-Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Provinsi

  • 1 Oktober 2019

    Pengucapan sumpah/janji anggota DPR

  • 20 Oktober 2019

    Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden