Profil Partai

partai/partai-4.JPG

Partai Golongan Karya (Golkar)

Nomor urut 4

Partai Golkar bermula dari didirikannnya Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada tahun 1964.

Pendirian Sekber Golkar diinisiasi oleh para perwira Angkatan Darat dan terdiri dari puluhan organisasi pemuda, sarjana, wanita, buruh tani, nelayan, dan kelompok kekaryaan lainnya.

Organisasi yang terhimpun ke dalam Sekber GOLKAR ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kekaryaannya ke dalam tujuh Kelompok Induk Organisasi (KINO), yaitu Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Organisasi Profesi, Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM), Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI).

Di era Orde Baru, Golkar menjadi perpanjangan tangan rezim Presiden Soeharto dan selalu menjadi partai pemenang pemilu.

Hingga akhirnya terjadi Reformasi di tahun 1998, dimana semua pihak menginginkan Soeharto mundur dan mengubah perjalanan Golkar.

Tanggal Berdiri

20 Oktober 1964

Ketua Umum

Airlangga Hartarto

Sekretaris Jenderal

Lodewijk Freidrich Paulus

Keikutsertaan dalam Pemilu

  • Pemilu 1971 : Memperoleh 34.348.673 atau 62,82 persen suara dan mendapatkan 236 kursi DPR
  • Pemilu 1977 : Memperoleh 39.750.096 atau 62,11 persen suara dan mendapatkan 232 kursi DPR
  • Pemilu 1982 : Memperoleh 48.334.724 atau 64,34 persen suara dan mendapatkan 242 kursi DPR
  • Pemilu 1987 : Memperoleh 62.783.680 atau 73,11 persen suara dan mendapatkan 299 kursi di DPR
  • Pemilu 1992 : Memperoleh 66.599.331 atau 68,10 persen suara dan mendapatkan 282 kursi DPR
  • Pemilu 1997 : Memperoleh 84.187.907 atau 74,51 persen suara dan mendapatkan 325 kursi DPR
  • Pemilu 1999 : Memperoleh 23.741.749 atau 22,44 persen suara dan mendapatkan 120 kursi DPR
  • Pemilu 2004 : Memperoleh 24.480.757 atau 21,58 persen suara dan mendapatkan 128 kursi DPR
  • Pemilu 2009 : Memperoleh 15.037.757 atau 14,45 persen suara dan mendapatkan 107 kursi DPR.
  • Pemilu 2014 : Memperoleh 18.432.312 atau 14,75 persen suara dan mendapatkan 91 kursi DPR

Basis suara: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah