Profil Partai

partai/partai-3.JPG

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Nomor urut 3

Tahun 1970, Presiden ke-2 RI Soeharto menggagas fusi partai politik demi stabilitas negara dan keberlanjutan pembangunan ekonomi.

Lima partai politik, yakni Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan Murba, melebur menjadi satu partai bernama Partai Indonesia Perjuangan (PDI).

Pembentukan PDI dilakukan melalui sebuah deklarasi tanggal 10 Januari 1973.

Periode 1980 hingga 1990-an, PDI mengalami konflik internal. Nama putri Proklamator Ir. Soekarno, Megawati Soekarnoputri mendapatkan dukungan akar rumput untuk menjadi Ketua Umum PDI menggantikan Soerjadi yang diidentikan sebagai perpanjangan tangan Orde Baru.

PDI terbelah menjadi dua kubu.

Pada Pemilu 1997, PDI hanya meraih 11 kursi parlemen. Ini disebabkan mesin partai yang 'lumpuh' setelah Megawati menginstruksikan loyalis di akar rumput untuk tidak berkampanye atas nama PDI.

Pasca-Soeharto lengser tahun 1998, angin segar berhembus ke kubu Megawati. Ia menggelar Musyawarah Nasional pada tahun yang sama.

Salah satu agendanya adalah mempersiapkan Pemilu tahun 1999. Akhirnya, pada tanggal 1 Februari 1999, Megawati mengubah nama partainya menjadi PDI Perjuangan.

Tanggal Berdiri

Dideklarasikan 14 Februari 1999

Ketua Umum

Megawati Soekarnoputri

Sekretaris Jenderal

Hasto Kristiyanto

Keikutsertaan dalam Pemilu

  • Pemilu 1999 : Memperoleh 35.689.073 suara atau 33,74 persen dan mendapat 151 kursi DPR
  • Pemilu 2004 : Memperoleh 21.026.629 suara atau 18,53 persen dan mendapat 109 kursi DPR.
  • Pemilu 2009 : Memperoleh 14.600.091 suara atau 14,03 persen dan mendapatkan 95 kursi DPR.
  • Pemilu 2014 : Memperoleh 23.681.471 suara atau 18,95 persen dan mendapatkan 109 kursi DPR.

Basis suara : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur